Yang Menggelikan di Pasar Kangen Jogja

Pasar Kangen Jogja (PKJ) di Taman Budaya Yogyakarta (TBY) kembali digelar setelah dua tahun absen gara-gara pagebluk Covid-19. Seperti biasa, saya pun menyempatkan menengoknya karena biasanya banyak hal menarik dan unik.

Sebagaimana namanya, ini memang semacam arena kangen-kangenan, bernostalgia, seperti memasuki lorong waktu menuju Yogya tempo dulu. Semua yang dijajakan adalah lawasan, seperti kuliner (jajanan, minuman, makanan tradisional) lawas, barang-barang lawas dan antik, dan lawasan-lawasan lainnya. Ada pula pentas seni dan budaya yang digelar di panggung yang terletak di bagian TBY.

Gelaran tahunan ini selalu ramai oleh pengunjung. Ketika saya datang pada sekitar tengah hari (24/8/2022), pengunjung tak begitu padat, tapi semakin sore semakin berjubel keadaannya. Pengunjung kian bertambah banyak.

Situasi yang agak longgar itu saya gunakan untuk berjalan-jalan, menengok sejumlah stan minuman dan jajanan pasar, dan membeli beberapa yang tentunya saya suka, dan menyantapnya sembari jalan-jalan. Jeprat-jepret pulalah saya sekenanya dengan menggunakan kamera ponsel.

Dari jalan-jalan ke sana kemari itu, ada sejumlah tulisan yang menggelikan hati saya, yang akhirnya bikin saya tertarik untuk memotretnya. Tulisan-tulisan itu ada yang terpampang di beberapa stan dan tertempel di tembok TBY. Ini sih lucu menurut anggapan saya; tak tahu apakah itu lucu atau tidak menurut situnya.

Jalan-jalan saya akhiri dengan nongkrong di angkringan yang terletak di bawah pohon dalam arena PKJ. Karena secara makjegagik bertemu kawan, ngobrol lah kami sembari wedangan. Nah, daripada bercerita panjang-lebar, mending silakan lihat langsung saja foto-fotonya, syukur-syukur bisa terhibur… hehehe. O ya, PKJ berlangsung pada 18-27 Agustus 2022, dan jam bukanya pukul 13.00-21.00.

Semestinya “Semar, Gareng, Petruk, Bagong”, tapi pada gambar ini “Petruk”-nya diplesetkan menjadi “Patrick”.
Kata-kata yang berwarna merah itu adalah kata-kata bijak dalam budaya Jawa, tapi tulisan yang berwarna hitam itu merupakan makna yang diplesetkan, yang artinya: Kelihatannya kaya, ternyata kere. Kelihatannya kere, ternyata (kere) beneran.
Hati-hati dalam mengucapkan tulisan itu. Pengucapan yang berbeda bisa mengarah pada arti yang berbeda pula.
Kalimat yang ditulis dalam bahasa Jawa itu artinya: Jika temanmu, ketika kamu ajak main, tidak punya waktu, berarti dia sedang tak punya uang.
Artinya: Yang ditunggu malah lari. Tak perlu marah/sedih. Ke sini saja, minum jamu.
Plesetan poster film
Plesetan poster film
Plesetan poster film

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: