Elok Mewangi Si Ratu Malam Yang Mekar Bareng

Bagi penggemar bunga, atau yang awam sekalipun, tentunya sudah kenal dengan bunga yang tergolong unik ini, wijaya kusuma (Epiphyllum oxypetalum). Mekarnya hanya pada malam hari dan cuma bertahan beberapa jam saja, sebab ia sudah layu pada esok paginya.

Barangkali keunikan itu yang kemudian memunculkan banyak mitos yang menyertai bunga tersebut. Namun, tak sedikit pula manfaatnya untuk tujuan pengobatan. Untuk urusan mitos dan manfaat ini, silakan browsing saja di internet, sudah banyak banget yang membahasnya.

Saya bukan pakar soal bunga, tapi sekadar penikmat saja di kala bunga-bunga yang kami tanam di rumah sedang mekar, termasuk wijaya kusuma ini. Kebetulan bunga-bunga ini bermekaran dua malam lalu. Kalau tak salah hitung, ada sekitar 40 kuntum yang mekar.

Kami punya beberapa pohon yang kesemuanya ditanam di pot-pot. Ada bunganya yang berukuran kecil, ada pula yang rada besar. Eloknya lagi, mereka kerap bareng-bareng mekar.

Pada sore hari ketika saya dan istri mengetahui kuncup-kuncup yang siap mekar, kami memindah beberapa pot di antaranya ke dalam rumah untuk dipandangi dan dinikmati saat mekar pada malamnya. Kebetulan ada bagian dalam rumah yang rada terbuka sehingga tanaman tetap bisa langsung bersentuhan dengan udara luar.

Ketika kami sedang bersantai pada sekitar pukul 8-9 malam, aroma wangi wijaya kusuma mulai merayap, merasuki hidung kami, dan saat itulah kami mulai menengok bunga-bunga itu, baik yang ada di bagian depan, tengah maupun belakang rumah kami. Semua bermekaran dengan eloknya.

Tentulah ada semacam kegembiraan ketika menikmati keelokan dan keharumannya yang merebak, memenuhi atmosfer malam seisi rumah. Tak hanya memandang keindahan dan membaui aromanya, di saat-saat mekar itu saya kerap memotret momen-momen indahnya.

Dengan bermodal kamera ponsel, saya langsung memotretnya, terutama di tempat yang cukup penerangannya. Namun di tempat-tempat yang kurang pencahayaan, saya meminta bantuan istri untuk memberi penerangan (dari senter di kamera ponselnya) pada bunga-bunga yang akan saya potret.

Wijaya kusuma biasanya mekar penuh menjelang tengah malam. Kadang saya tak menunggu sampai mekar penuh untuk memotretnya. Asal sudah terlihat mekar dan, menurut saya, sudah indah untuk dipotret, ya langsung jepret saja.

Saya suka tampilannya yang variatif saat bermekaran. Selintas sih cuma berwarna putih, tapi ketika didekati tampak warna-warna lainnya, seperti terlihat di beberapa foto yang terpajang di sini.

Menurut info yang saya baca, ini bukan bunga asli Indonesia, tapi berasal dari Venezuela, Amerika Selatan. Entahlah bagaimana bunga tersebut dulu bisa sampai ke Nusantara. Saya sendiri belum pernah mendapatkan infonya, ya karena malas browsing soal itu… hehehe.

Orang-orang di luar sana menyebutnya sebagai “Queen of the Night” (Ratu Malam), karena mekarnya di waktu malam. Di negeri kita namanya jadi “Wijaya Kusuma”. Sudah pasti tahulah kita mengenai arti nama itu.

Memang banyak cerita mitos dan manfaat bunga ini. Intinya, semua cerita itu bernada positif. Jadi ya adanya hal-hal yang menyenangkan, membahagiakan.

2 responses to “Elok Mewangi Si Ratu Malam Yang Mekar Bareng”

    1. Hehehe… ini terilhami dr cerita njenengan, masé 😊

      Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: